Scroll untuk baca artikel
Nasional

Khabib Nurmagomedov dan Zakir Naik Bicara tentang Persaudaraan

69
×

Khabib Nurmagomedov dan Zakir Naik Bicara tentang Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Pejuang seni bela diri campuran Rusia (MMA), pemegang gelar ringan UFC Khabib Nurmagomedov menghadiri konferensi pers di Moskow, Rusia, 02 Desember 2020. Nurmagomedov mengatakan dia tidak berniat mundur dari keputusan pensiunnya yang diumumkan pada 24 Oktober 2020 setelah mengalahkan Justin Gaethje dari AS dan mempertahankan gelar ringannya di UFC 254 di Abu Dhabi.

LM – JAKARTA — Sebuah video tersebar mengaudio-visualkan petarung legendaris Khabib Nurmagomedov dan pendakwah Zakir Naik dalam sebuah pengajian di Qatar. Tampak dalam video itu, Khabib berbicara dalam posisi berdiri, sedangkan di sampingnya terdapat Zakir Naik terduduk dengan peci bulan khas yang menutupi kepala sang pendakwah

“Siapa yang sebenarnya mewakili agama kita, Islam kita, dan kearifan akhlak kita, adalah Zakir Naik, saya hanya mukul wajah orang,” kata Khabib memulai pembicaraan disambut senyuman dan tawa orang-orang yang ada di sana.

Table of Contents

Khabib tampil dengan santai. Dia mengenakan kemeja kotak-kotak, bercelana panjang, dan berdiri menyampaikan pembicaraan tentang islam dan persaudaraan.

Dalam kesempatan itu, Khabib berbicara singkat tentang persaudaraan yang sebenarnya. Siapa yang disebut saudara dan keluarga. Bahwa saudara adalah orang terdekat setiap orang. Saudara adalah mereka yang memberikan perhatian lebih dan sama-sama menunjukkan kepedulian untuk melangkah lebih baik menuju Allah.

Lalu siapakah saudara itu? Siapakah keluarga itu?

Khabib bahkan menyebutkan kisah Nabi Nuh yang dengan berat hati, penuh kesedihan, harus kehilangan sang anak ketika dunia direndam banjir besar. Di situ Nuh merasakan kesedihan yang luar biasa.

Kemudian Allah menghibur Nabi Nuh dengan mengatakan, bahwa anak itu bukanlah saudaranya. Sebabnya si anak itu tidak beriman kepada Allah.

Konsep persaudaraan yang dibangun dengan iman juga menjadi acuan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Hal itu dimulai ketika hijrah dari Makkah ke Madinah. Hijrah yang harus dilakukan secara taktis untuk maslahat keselamatan dan keberlangsungan Islam yang lebih baik.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca