Tidak hanya mendongeng, Safriati juga mengajak anak-anak untuk berdiskusi tentang pesan moral dalam cerita tersebut. Ia bertanya kepada mereka, “Apa yang harus kita lakukan kalau kehilangan sesuatu?” Serempak, anak-anak menjawab, “Harus sabar dan jujur!”
Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak dini. Melalui dongeng, anak-anak diajak untuk memahami bahwa kejujuran akan selalu membawa kebaikan, bahkan di tengah kesulitan.
Open House Panggung Aneuk PAUD ini merupakan bagian dari upaya mendorong implementasi pembelajaran yang menyenangkan, terutama dalam masa transisi dari PAUD ke SD. Dengan pendekatan cerita dan interaksi langsung, Safriati berharap anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga menikmati prosesnya.
“Mendongeng adalah cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai baik. Anak-anak belajar lebih banyak melalui cerita, dan ini membuat mereka memahami pentingnya sifat-sifat seperti kejujuran, kerja keras, dan rasa syukur,” ujar Safriati.
Bunda Nana juga berpesan agar mereka semua, para anak-anak untuk tidak boleh meninggalkan salat, senantiasa mendoakan orang tua can guru semua. “Mudah-mudahan kita sehat semua dan selalu berbuat baik buat siapapun.”
Di akhir acara, anak-anak berfoto bersama Bunda Nana, dengan wajah gembira dan penuh semangat. Hadir juga dalam kegiatan Plt. Ketua DWP Aceh, Dra. Sukmawati, para pengurus PKK dan PAUD Aceh, Bunda PAUD Kota Banda Aceh Nana Hafizah serta para pengurus PAUD dan PKK Kota Banda Aceh.***


