Di Subulussalam, Kodim 0118/Subulussalam membangun sumur bor dan tandon air di lima desa prioritas. Di antaranya, Desa Penanggalan dan Desa Tangga Besi yang progres pembangunannya masing-masing mencapai 50% dan 35%.
“Masyarakat tak lagi boleh bergantung pada sumber air tak layak. Proyek ini adalah wujud perhatian dan tanggung jawab moral kami terhadap kebutuhan warga,” tegas Letkol Inf Eko Yudho Prayetno, S.I.P., Dandim 0118/Subulussalam.
Selain pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-125 juga melaksanakan program nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, pertanian, bela negara, dan edukasi hukum.
Pangdam IM Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., menyampaikan apresiasi kepada prajurit yang terlibat.
“Program TMMD adalah bukti nyata bahwa TNI tidak hanya hadir saat negara menghadapi ancaman, tetapi juga saat rakyat memerlukan uluran tangan. Ini merupakan implementasi konkret dari salah satu butir 8 Wajib TNI,” ujarnya.
Mayjen Niko menegaskan, air bersih merupakan fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat sehingga pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas strategis TNI AD.
“Kami ingin hasil TMMD ini tak hanya berhenti di proyek fisik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk merawat dan melanjutkan pembangunan secara mandiri,” pungkasnya.
Dengan mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pembangunan Terpadu”, TMMD Reguler ke-125 di Aceh dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2025.***












