Kombes Pol Roni, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan berbasis empati dan aksi nyata.
“Mahasiswa STIK-PTIK harus mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat dalam konsep dan strategi, tetapi juga hadir dan bekerja bersama anggota di lapangan. Pengalaman seperti ini membentuk kepekaan sosial, solidaritas, serta kemampuan manajerial dalam situasi krisis,” ujarnya.
Melalui aksi nyata tersebut, Mahasiswa STIK-PTIK Angkatan ke-83 menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar konsep akademik, melainkan praktik langsung di tengah masyarakat dan lingkungan institusi yang terdampak bencana.***












