Menjadikan Candi Borobudur Milik Semua

Candi Borobudur. ©2022 Merdeka.com/Purnomo Edi

LM – Mencegah bertambahnya kerusakan Candi Borobudur di Magelang, menjadi prioritas pemerintah. Selain faktor alam seperti iklim dan bencana, penyumbang kerusakan adalah ulah pengunjung yang tidak mematuhi aturan.

Kepala Balai Konservasi Candi Borobudur Wiwit Kasiyati mengungkapkan, vandalisme yang dilakukan pengunjung mencapai puncaknya pada tahun 2000. Meski sudah ada larangan, banyak wisatawan yang datang untuk berfoto-foto dengan menaiki stupa. Lebih parah lagi ada yang mencoret-coret dan menempelkan permen karet di dinding candi.

“Memang secara data grafik untuk vandalisme dan sampah dari pengunjung memang menurun. Tahun 2000 itu tinggi-tingginya. 3-5 tahun lalu sudah menurun. Tak lepas kita sosialisasi dan teman-teman satpam mengingatkan dan ada papan larangan,” kata Wiwit kepada merdeka.com, pekan lalu.

Wiwit menyayangkan, banyak pengunjung yang naik ke atas candi hanya untuk selfie dan berfoto-foto. Seharusnya, mereka berkeliling mempelajari relief dengan pemandu. Dengan mempelajari sejarah Borobudur, Wiwit berharap rasa memiliki dan rasa ingin melestarikan bisa muncul.

“Kalau cuma selfie nanti rasa memiliki kurangnya. Kalau rasa memiliki muncul, pengunjung tidak akan corat-coret maupun menempelkan permen karet,” ujarnya.

Terkait kerusakan Candi Borobudur, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kebudayaan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah sedang melakukan konservasi untuk melestarikan bangunan Candi Borobudur agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

Pemerintah ingin menjaga eksistensi warisan dunia tetap terjaga dan bisa dinikmati semua kalangan. “Niat kita kepingin menyelamatkan bangunannya karena masuk ranking pertama warisan dunia yang ditetapkan oleh Unesco,” kata Muhadjir Effendi di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Gunungpati, Rabu (8/6) lalu.

Muhadjir mengaku khawatir dengan tingkat kerusakan Candi Borobudur saat ini. Bahkan, ada sejumlah kerusakan yang menyebabkan bangunan itu menjadi miring.

Baca Juga :  WNI di Taiwan tak Merasa Terusik oleh Ketegangan Politik dengan China

“Kita tahu sudah ada yang miring dan harus diberi penyangga. Kita tidak ingin kondisi yang rusak terjadi terus. Jadinya memang perlu ada konservasi atau perlindungan karena Candi Borobudur sudah menjadi petilasan yang sangat mendunia,” tambahnya.

Loading

Redaksi2
Author: Redaksi2