Scroll untuk baca artikel
AdvertorialWisata

Meugang dan Identitas Kearifan Lokal Aceh

0
×

Meugang dan Identitas Kearifan Lokal Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Meugang di Aceh.

Meugang adalah salah satu tradisi paling tua dan paling hidup dalam budaya Aceh. Setiap kali tradisi ini tiba, denyut kehidupan masyarakat seakan bergetar serempak, menyambut momen ketika daging menjadi simbol kemuliaan, kebersamaan, dan identitas. Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar kebiasaan makan daging menjelang hari besar Islam, tetapi sebuah kearifan lokal yang berakar kuat pada sejarah, keagamaan, solidaritas sosial, hingga dinamika ekonomi masyarakat.

Sejarah Meugang diyakini bermula sejak masa Kesultanan Aceh, khususnya era Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu, Sultan membagikan daging kepada rakyat jelata sebagai bentuk kepedulian dan keadilan sosial. Pemimpin dianggap harus memastikan rakyatnya merasakan kesejahteraan, terutama pada hari-hari sakral. Nilai itu kemudian diwariskan turun-temurun, berubah bentuk sesuai perkembangan zaman, tetapi tetap memuat pesan inti: keadilan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi. Dari sini terlihat bahwa Meugang bukanlah ritual seremonial semata, melainkan bagian dari identitas masyarakat Aceh yang menjunjung nilai saling berbagi.

Table of Contents

Setiap Meugang tiba, pasar-pasar di Aceh seakan berubah menjadi ruang penuh emosi. Suara tukang potong daging, hiruk pikuk tawar-menawar, serta aroma daging segar bercampur dengan rempah menciptakan suasana khas yang hanya ada sekali dalam setahun. Bahkan bagi keluarga Aceh yang tinggal di perantauan, suasana ini membangkitkan kerinduan mendalam. Banyak dari mereka rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk kembali ke kampung halaman agar dapat merayakan Meugang bersama keluarga. Tradisi ini menjadi simbol kepulangan, perekat hubungan kekeluargaan, dan momen yang mendekatkan seseorang dengan akarnya. Meugang adalah ingatan masa kecil, kehangatan rumah, sekaligus ikatan emosi yang sulit dilepaskan.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca