Adapun jumlah total porsi makanan bergizi yang telah didistribusikan mencapai 91.780 porsi, dengan rincian sebagai berikut: untuk jenjang SMA sebanyak 18.678 porsi, SMP sebanyak 22.496 porsi, SD sebanyak 38.678 porsi, dan TK sebanyak 8.739 porsi. Selain itu, distribusi juga menjangkau santri di pondok pesantren Aliyah sebanyak 724 porsi dan Tsanawiyah sebanyak 652 porsi. Tak hanya menyasar peserta didik, program ini turut memperhatikan kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil yang menerima 235 porsi, ibu menyusui sebanyak 1.261 porsi, serta balita dengan total distribusi 817 porsi.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program, Kodam IM mengoperasikan 177 unit dapur pelayanan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dari jumlah tersebut, 41 unit berstatus operasional dan berada di atas lahan milik swasta atau yayasan, sedangkan satu unit berstatus non-operasional yang saat ini masih berada di atas lahan milik Kodim 0101/Kota Banda Aceh dengan status pinjam pakai.
Dalam mendukung kesinambungan dan perluasan program, Kodam IM juga tengah menyiapkan pembangunan lahan baru untuk dapur pelayanan di satuan kewilayahan (Satkowil). Dari 68 unit yang direncanakan, sebanyak 66 unit lahan telah tersedia. Lahan tersebut terdiri atas 45 unit lahan milik TNI AD, 13 unit milik pemerintah daerah, tujuh unit milik mitra swasta, dan satu unit milik TNI AL. Sedangkan dua unit lainnya masih dalam tahap identifikasi untuk ketersediaan lahan.
Sebagai bentuk terobosan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, Kodam IM juga menggagas pembangunan Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) secara mandiri di jajaran Satkowil, dengan target 19 unit SPPG—masing-masing satu unit di setiap kodim. Di samping itu, Kodam IM juga tengah menyiapkan 46 unit lahan baru pada satuan non-kewilayahan (Satnonkowil) guna memperluas cakupan dan keberlanjutan pelayanan.












