“Pendirian pabrik ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa Aceh memiliki potensi besar, dan kami ingin menjadi bagian dari upaya membangkitkan potensi tersebut melalui investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hashim.
Ia menjelaskan bahwa PT. Potensi Bumi Sakti merupakan bagian dari jaringan bisnis yang dikembangkan di bawah filosofi pemberdayaan dan pelestarian. Dalam konteks Aceh Barat, kehadiran pabrik ini diharapkan tidak hanya menjadi sentra industri karet, tetapi juga katalisator pertumbuhan sektor hilir dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
“Pabrik ini kami rancang tidak hanya sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM lokal. Kami berharap kehadiran PT. PBS bisa menjadi contoh sinergi positif antara swasta, pemerintah, dan masyarakat,” tambah Hashim.
Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang diambil oleh Hashim Djojohadikusumo melalui PT. PBS. Menurutnya, kehadiran industri pengolahan karet ini sangat tepat untuk mendorong nilai tambah komoditas unggulan petani Aceh Barat, yang selama ini hanya menjual bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan.
“Kami menyambut baik kehadiran pabrik ini karena sejalan dengan upaya Kodam Iskandar Muda dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karet adalah salah satu komoditas utama di kawasan ini, dan kehadiran pabrik ini akan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Pangdam IM.












