Lebih lanjut, Mayjen TNI Niko Fahrizal menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam IM, akan terus hadir sebagai mitra strategis pembangunan. Ia menyampaikan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat sebagaimana tertuang dalam delapan Wajib TNI.
“Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk memelopori dan mendampingi setiap upaya yang berpihak pada rakyat. Kami hadir bukan hanya di medan tugas, tetapi juga dalam ruang-ruang pembangunan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus bersinergi dengan semua pihak, termasuk dunia usaha, untuk menciptakan stabilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Pangdam.
Pangdam IM juga berharap agar keberadaan pabrik ini dapat menjadi titik awal kebangkitan sektor industri lokal di Aceh Barat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pembangunan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke pelosok-pelosok daerah.
“Pabrik ini bukan hanya tempat produksi, tetapi harus menjadi pusat harapan. Harapan bagi petani untuk menjual hasil karet mereka dengan harga layak, harapan bagi pemuda untuk mendapatkan pekerjaan layak di daerah sendiri, dan harapan bagi Aceh untuk bangkit secara ekonomi tanpa meninggalkan akar budaya dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kapolda Aceh, Danrem 012/Teuku Umar, Kepala Puskop Kartika Iskandar Muda, Wakapendam IM, Waaster Kasdam IM, serta Forkopimda Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya. Hadir pula para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang menyambut dengan antusias kehadiran pabrik tersebut.












