Kodam IM juga turut memberi kontribusi nyata, baik dalam bentuk fasilitas, dukungan keamanan, maupun koordinasi logistik, guna mempercepat proses pembangunan universitas tersebut. Bahkan Pangdam IM kedua, Kolonel M. Yasin, dipercaya menjadi Rektor pertama Universitas Syiah Kuala berdasarkan Keputusan Menteri PTIP No. 11/1961 yang kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden RI No. 161 Tahun 1962.
“Hubungan antara Kodam IM dan Universitas Syiah Kuala sesungguhnya memiliki ikatan historis yang kuat. Maka dari itu, pertemuan ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan bentuk kesinambungan dari kerja sama yang sudah terjalin sejak lama,” tegas Pangdam.
Ketua Umum HMM FEB USK, Sayid Ahmad Syauqi, dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah program kerja organisasi, termasuk rencana pelaksanaan Management Creativity Festival (MCF), sebuah kegiatan unggulan yang bertujuan untuk mendorong pengembangan inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kodam IM, sangat penting dalam memperluas jangkauan dan dampak dari program-program kemahasiswaan.
“MCF tidak hanya menjadi wadah penyaluran ide dan bakat, tetapi juga sebagai media untuk membangun karakter kepemimpinan dan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa,” ungkap Sayid.
Dalam audiensi tersebut, hadir pula sejumlah pengurus HMM lainnya yang merupakan representasi dari berbagai latar belakang dan bidang minat. Mereka aktif dalam komunitas literasi, organisasi kemasyarakatan, inkubator kewirausahaan, hingga penguatan peran mahasiswa di tingkat fakultas. Hal ini menunjukkan bahwa HMM FEB USK merupakan organisasi yang inklusif dan dinamis, serta memiliki orientasi kuat terhadap pengembangan potensi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.












