Menanggapi kisah inspiratif ini, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Fajar.
“Saya sangat terharu sekaligus bangga mendengar kisah Fajar. Ini adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Justru, dalam keterbatasan itu tumbuh semangat juang dan ketangguhan mental yang luar biasa,” kata Pangdam IM.
Mayjen TNI Niko Fahrizal menegaskan bahwa TNI AD membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa yang memiliki tekad kuat, integritas, dan semangat pengabdian tinggi.
“Kami tidak menilai dari status ekonomi. Siapa pun yang memenuhi syarat dan memiliki kemampuan, semangat, serta disiplin tinggi, memiliki peluang yang sama untuk menjadi prajurit TNI AD,” tambahnya.
Ia juga berharap kisah Fajar menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
“Jangan pernah menyerah. Selama masih ada niat baik, kerja keras, dan doa orang tua, insya Allah jalan akan terbuka. Jadilah pemuda yang pantang menyerah, seperti Fajar,” tegas Mayjen TNI Niko Fahrizal.
Pangdam IM menutup pernyataannya dengan harapan agar Fajar mampu menjaga integritas dan semangat juangnya selama masa pendidikan militer.
“Kami akan mendidik Fajar menjadi prajurit yang hebat, disiplin, dan cinta tanah air. Semoga kelak ia menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menjadi kebanggaan bagi keluarganya, masyarakat Aceh, serta bangsa dan negara,” pungkasnya.***












