Ia menambahkan, prestasi itu juga selaras dengan visi Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam membangun ekosistem keagamaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Kiprah saudari Marliana menjadi contoh bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui beragam karya dan inovasi yang mengangkat potensi lokal sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tandasnya.
Sementara itu, Marliana mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang tersebut berawal dari hobinya menekuni tanaman anggrek. Selain aktif sebagai penyuluh agama, ia juga telah beberapa periode menjadi pengurus Perhimpunan Anggrek Indonesia Kabupaten Tanahlaut.
Kesempatan tampil di Malaysia diperoleh setelah dirinya bersama Selamat Riady Humaedi dan Rudi menerima undangan untuk mengikuti pameran dan kompetisi tersebut.
“Kami berangkat mewakili Indonesia bersama Pak Win dan Pak Rudi. Pak Rudi dan Pak Win juga merupakan juri anggrek internasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujar Marliana.
Menurut Marliana, tugas penyuluh agama tidak hanya terbatas pada kegiatan ceramah dan pembinaan keagamaan. Penyuluh juga memiliki tanggung jawab mengajak masyarakat mencintai lingkungan, merawat tanaman, serta menjaga kelestarian alam.
Pengalaman yang paling membekas baginya selama mengikuti kompetisi adalah kesempatan bertemu para pencinta anggrek dari berbagai negara dan menyaksikan langsung keindahan beragam jenis anggrek dunia.
“Kami bisa melihat begitu banyak anggrek yang luar biasa indah. Dari situ semakin terasa betapa agung dan indahnya ciptaan Allah. Saya juga ingin mengajak para penyuluh agama untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di tingkat internasional. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa? Insya Allah, Allah akan membantu setiap ikhtiar yang kita lakukan,” tuturnya.***








