Pendidikan, kata Fadhlullah, adalah proses membangun kepribadian, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Ia menjadi sarana mobilitas sosial yang mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Wakil Gubernur juga menyoroti perhatian serius pemerintah terhadap sektor pendidikan. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Asta Cita keempat, yakni membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur.
“Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Beliau mendorong revitalisasi sarana pendidikan, pembelajaran digital, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru,” ujar Fadhlullah.
Ia menekankan bahwa guru adalah agen pembelajaran dan agen peradaban. Mereka tidak hanya berperan sebagai fasilitator di ruang kelas, tetapi juga sebagai mentor dan pembimbing moral para murid.
Dalam pidatonya, Fadhlullah juga menyampaikan berbagai kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Menengah dan Dasar sejak Oktober 2024.
Di antara kebijakan itu adalah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Tes Kemampuan Akademik, Penguatan pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI), dan Pendidikan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
Ada pula program “Pagi Ceria” yang mencakup senam anak Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Untuk anak-anak usia dini, Kementerian juga meluncurkan Album Kicau berisi lagu anak-anak untuk memperkuat pembentukan karakter sejak dini.












