Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

PKL Bandel Kembali Berjualan, Satpol PP Tegas Turun ke Jalan

0
×

PKL Bandel Kembali Berjualan, Satpol PP Tegas Turun ke Jalan

Sebarkan artikel ini
Satpol PP
Kepala Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si. dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

LINI MEDIA – Pedagang kaki lima (PKL) yang kembali berjualan di sepanjang Jalan Syiah Kuala, dari Simpang Ratu Safiatuddin hingga Pasar Al Mahirah, kembali menjadi sorotan Satpol PP WH Kota Banda Aceh. Meski pengawasan rutin dilakukan, sejumlah PKL tetap memanfaatkan situasi saat petugas tidak hadir.

“Kami terus melakukan pengawasan rutin. Namun, memang ada oknum PKL yang memanfaatkan situasi ketika petugas tidak berada di tempat,” ujar Kepala Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, dilansir dari laman resmi Diskominfo Kota Banda Aceh, Minggu, 19 Oktober 2025.

Table of Contents

Rizal menambahkan bahwa pasca penertiban besar-besaran tahun lalu, para PKL sudah berjanji untuk tidak menempatkan dagangan di badan jalan yang bisa mengganggu arus lalu lintas.

“Kami sangat menyayangkan masih ada PKL yang melanggar kesepakatan tersebut. Ini jelas merugikan masyarakat dan pengguna jalan,” tegas Rizal.

Pihak Satpol PP WH menegaskan akan bertindak tegas jika ada PKL yang kedapatan berjualan di lokasi dan waktu yang dilarang.

“Saya sudah perintahkan Kabid Trantibum untuk meningkatkan intensitas pengawasan di sepanjang Jl. Syiah Kuala. Jika ada yang melanggar, akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Rizal.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Zakwan, S.HI, menyebutkan bahwa pada Jum’at (17/10/2025), pihaknya menertibkan 13 PKL di Jalan Syiah Kuala dan menyita puluhan perlengkapan serta barang dagangan mereka.

“Pagi tadi setelah rapat internal dengan Kasat, tiga regu langsung kita kerahkan ke Jalan Syiah Kuala untuk kita lakukan penertiban,” kata Zakwan.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca