“Senjata yang menumpuk di Trakia Barat dan di pulau-pulau lainnya tidak masuk akal bagi kami karena kekuatan kami jauh melampaui mereka, tetapi kami mengingatkan kalian bahwa ini sama saja pendudukan rahasia.”
Sebelumnya, drone tentara Turki merekam bahwa Yunani, yang melanggar hukum internasional, mengerahkan kendaraan lapis baja di pulau Midilli (Lesvos) dan Sisam (Samos).
Ankara pada Senin memanggil duta besar Yunani dan menyerukan diakhirinya pelanggaran di pulau-pulau Aegean dan memulihkan status non-militer mereka, menurut Kementerian Luar Negeri.
Dalam sebuah catatan protes untuk AS, Turki mendesak penghormatan terhadap status pulau-pulau Aegean Timur dan menekankan langkah-langkah harus diambil untuk mencegah penggunaan senjata di sana.
“Apakah Anda pikir dukungan dari AS dan Eropa akan menyelamatkan Anda? Tidak. Anda hanya memutar roda Anda; tidak ada yang lain,” kata Erdogan.
Erdogan mengatakan Turki tidak ingin Laut Aegea dan Laut Mediterania “tercemar dengan darah manusia, air mata, atau permusuhan.”
“Kami menginginkan kedamaian dan ketenangan dengan segenap hati kami,” tambah dia.
Ankara menginginkan stabilitas dan keamanan di kawasan itu, kata Erdogan, yang mengungkapkan keinginannya untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog berdasarkan hukum internasional.
“Kami tidak pernah ragu untuk membela kepentingan bangsa kami dan saudara-saudara kami di Siprus Turki di Tanah Air kami,” kata dia.(Republika.co.id)












