Warga yang berdatangan ke lokasi berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Kepala Dusun Simpang V, Jonggot Barus, bersama masyarakat setempat juga membantu membangunkan warga di sekitar lokasi guna mengantisipasi api merembet ke rumah lainnya.
Namun, bangunan yang didominasi material kayu membuat kobaran api berkembang sangat cepat. Dalam waktu singkat, seluruh bagian rumah terbakar dan api sempat menjalar ke bangunan milik Rebiwandi yang berada di samping lokasi kejadian.
Selain rumah, sejumlah harta benda milik korban ikut musnah. Dua unit sepeda motor, masing-masing Honda Beat Street dan Suzuki Shogun, hangus terbakar dan tidak sempat diselamatkan.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Langkahan Iptu Edi Munandar mengatakan, hasil penyelidikan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
“Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat menjalar karena bangunan rumah terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta,” ujar Iptu Edi.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan awal. Polisi berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, mendata korban dan saksi, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat yang membantu proses evakuasi penghuni rumah sehingga tidak ada korban jiwa. Kami juga mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.










