Scroll untuk baca artikel
Nasional

SBY: Pos di Malaysia Strategis

×

SBY: Pos di Malaysia Strategis

Sebarkan artikel ini
ANTARA/Virna Puspa Setyorini Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) mengikuti upacara HUTke-77 RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Rabu (17/8/2022). Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur menggelar upacara dan syukuran bersama perwakilan masyarakat Indonesia di Malaysia secara terbatas untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kadang-kadang ada yang sensitif, kadang-kadang memerlukan lobi dan pendekatan dan juga kecakapan kita dalam berdiplomasi. Tapi saya yakin Pak Hermono dengan kebersamaan tadi, kontribusi dari masyarakat Indonesia yang ada di negeri ini, seberat apa pun persoalannya akan bisa diatasi,” kata SBY.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia Hermono mengatakan, jumlah masyarakat Indonesia di Malaysia terbesar di seluruh dunia. Jika berbicara soal pekerja migran Indonesia (PMI) di seluruh dunia, maka setidaknya 40 persen ada di Malaysia, dengan berbagai macam permasalahannya.

Table of Contents

“Tapi Alhamdulillah kami punya staf sangat solid. Ada sekitar 200 staf di sini, di Washington DC saja enggak sampai 200 ya,” kata Hermono.

Ia mengatakan, KBRI Kuala Lumpur mendapat dukungan kuat dari organisasi masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia sehingga sangat membantu tugas mereka. “Selama ini organisasi masyarakat sendiri-sendiri, sekarang kita ‘pool’ jadi satu, jadi mitra KBRI untuk selesaikan masalah yang kita hadapi. Ini sangat efektif karena mereka ada di lapangan, mereka lebih tahu,” ujar dia.

Hermono mengatakan, kompleksitas permasalahan yang dihadapi KBRI Kuala Lumpur tidak ada di negara lain. Jika dilihat setidaknya ada 352.000 PMI yang memiliki dokumen, yang artinya memiliki izin kerja, namun yang tidak memiliki dokumen tidak ada yang tahu jumlahnya.

“Mungkin ada di sekitar 1,6 juta sampai dua juta yang tidak berdokumen dan coba kita selesaikan. Mudah-mudahan secara bertahap dapat diselesaikan,” ujar Hermono.

Keberadaan Presiden RI ke-6 SBY beserta sejumlah mantan menteri dan wakil menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II di Kuala Lumpur bertepatan dengan rangkaian acaranya memberikan kuliah umum atas undangan Universiti Kebangsaan Malaysia di Bangi, Selangor.(Republika.co.id)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca