Kehadiran Sucofindo juga sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintahannya, yakni Banda Aceh Academy (BAA). “Tentu dengan adanya Sucofindo akan memberi kemudahan bagi kami dalam membuat pelatihan hingga pesertanya mendapat sertifikasi,” ujar Illiza.
Masih menurut Illiza, penguatan sucofindo menunjukkan keseriusan negara dalam memperkuat ekosistem pengujian, inspeksi, dan penjaminan mutu nasional agar semakin profesional dan semakin dekat dengan kebutuhan daerah.
“Kami berharap kantor ini nantinya tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, ruang pendampingan, dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha Aceh,” ujarnya.
Pemko Banda Aceh pun, sebutnya, sangat terbuka untuk terus memperkuat kerja sama dan berkolaborasi bersama Sucofindo ke depan. “Baik dalam pengembangan UMKM, peningkatan kualitas produk daerah, penguatan investasi, maupun berbagai program yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.”
“Saya percaya, ketika pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha berjalan dengan semangat yang sama, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujar Illiza.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Komisioner Independen PT Sucofindo (Persero), Mathama Gandhi; Zainal Abidin; beserta unsur pimpinan Holding IDSurvey dan Danantara Indonesia; Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero) Agus Permadi dan jajaran manajemen; unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh; sejumlah Kepala SKPA/SKPK terkait; pimpinan instansi vertikal, BUMN, mitra kerja; dan pelaku usaha. (*)




