“Kami sedang menyiapkan program santunan yang akan disalurkan secara berkala. Oleh karena itu, mohon bantuannya untuk terus mendata dan memantau kondisi masyarakat bersama para keuchik di setiap gampong,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan para camat untuk mendata kependudukan dan luas lahan pertanian secara rinci. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai lahan pertanian, baik yang menggunakan irigasi maupun yang bergantung pada tadah hujan.
“Kita butuh informasi detail tentang lahan pertanian baik yang memiliki irigasi maupun yang mengandalkan tadah hujan yang ada di setiap kecamatan dan berapa luas lahan yang ditanami setahun dua kalinya,” tambahnya.
Bupati Syech Muharram juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan antarpegawai di kantor kecamatan serta dengan instansi vertikal lainnya. Ia menyebutkan bahwa kemajuan di Aceh Besar sangat bergantung pada kedisiplinan para aparatur pemerintah.
“Kemajuan di Aceh Besar tidak lepas dari kedisiplinan para aparatur. Maka, saya minta semua camat menegakkan disiplin kerja dan membangun kekompakan, baik internal maupun dengan instansi lainnya di tingkat kecamatan,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati Syech Muharram mengajak para camat untuk aktif memperkuat syiar Islam di wilayah masing-masing. Ia menginstruksikan agar seluruh aktivitas perkantoran dihentikan sementara menjelang salat fardhu, dan meminta agar shalat berjamaah menjadi bagian dari rutinitas kantor camat.
“Saya harap semua kantor camat bisa menghidupkan shalat berjamaah. Bahkan, InsyaAllah, ke depan akan kita laksanakan pengajian rutin yang dihadiri oleh camat, staf, dan para keuchik,” pungkasnya.












