LM – Di Aceh Besar menggelar Apel Siaga Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai persiapan menjelang Pemilihan Umum Serentak 2024. Acara yang berlangsung di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Selasa, 30 Januari 2024, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, S.STP MM, yang bertindak sebagai Inspektur Apel Siaga Satlinmas.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Iswanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satlinmas yang turut berpartisipasi dalam apel siaga tersebut. Menyadari pentingnya peran Satlinmas, terutama dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama proses Pemilu, Iswanto menekankan bahwa Satlinmas memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan masyarakat.
“Pemilu adalah saat dimana suara rakyat menjadi bermakna, dan tugas kita adalah memastikan bahwa setiap warga negara, khususnya masyarakat Aceh Besar, dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman, damai, dan bebas dari segala bentuk intimidasi,” ujar Iswanto.
Lebih lanjut, Iswanto menyoroti dua poin penting, yaitu netralitas dan profesionalisme, yang harus dijunjung tinggi oleh anggota Satlinmas. Netralitas dianggap sebagai kunci utama dalam menjalankan tugas pengamanan pemilu, dengan menghindari keterlibatan dalam aktivitas politik. Iswanto menegaskan bahwa Satlinmas harus menjadi pilar keamanan yang netral, tanpa kecenderungan atau preferensi politik tertentu.
“Saudara adalah pilar keamanan yang harus dikenal sebagai pihak yang netral, tanpa adanya kecenderungan atau preferensi politik tertentu. Ini adalah jaminan bahwa setiap masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilu dengan merasa aman dan bebas dari bentuk intervensi eksternal,” tambahnya.
Profesionalisme juga menjadi fokus utama, dengan harapan setiap anggota Satlinmas menjalankan tugas dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab. Kualitas profesionalisme Satlinmas dianggap sebagai faktor kunci keberhasilan pelaksanaan pemilu.
Iswanto juga mengajak anggota Satlinmas untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak terkait, termasuk petugas PPS dan PPK, serta masyarakat sekitar. Komunikasi yang baik dianggap dapat mendukung langkah-langkah pencegahan potensi masalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Diharapkan, melalui keterlibatan aktif dalam kehidupan masyarakat setempat, Satlinmas dapat memahami kondisi setiap TPS di wilayah tugas masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat membantu dalam deteksi dini kemungkinan adanya gangguan keamanan dan ketertiban.[red]












