Terungkap, Putin Lolos dari 5 Upaya Pembunuhan Termasuk 2 Bulan Lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin telah lolos dari lima upaya pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir. Yang terbaru terjadi sekitar dua bulan lalu setelah invasi Rusia ke Ukraina. Foto/The Sun

LM – Presiden Rusia Vladimir Putin telah lolos dari lima upaya pembunuhan selama beberapa tahun terakhir. Yang terbaru terjadi sekitar dua bulan lalu setelah invasi militer Moskow ke Ukraina. Media Inggris, The Sun, pada Selasa (24/5/2022), melaporkan bahwa pemimpin Kremlin itu sekarang sangat takut akan hidupnya sehingga dia dikelilingi oleh tim elite sniper. Upaya pembunuhan terbaru, lanjut laporan tersebut, terjadi pada awal-awal invasi Rusia ke Ukraina, meskipun rinciannya baru muncul sekarang.

Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Mayor Jenderal Kyrylo Budanov mengatakan telah ada upaya yang gagal pada kehidupan Putin. “Putin diserang,” kata Budanov kepada Ukrayinska Pravda. “Dia bahkan diserang di barisan, seperti yang mereka katakan, perwakilan Kaukasus belum lama ini.”

“Ini adalah informasi non-publik. Upaya yang sama sekali tidak berhasil, tetapi itu benar-benar terjadi…Itu sekitar dua bulan yang lalu,” katanya. “Sekali lagi, dia tidak berhasil. Tidak ada publisitas tentang kejadian ini, tetapi itu terjadi.”

Tidak jelas siapa yang berada di balik dugaan serangan atau di mana itu terjadi. Putin sekarang dilaporkan sangat ketakutan dan paranoid atas upaya lain untuk membunuhnya, di mana dia kini dikelilingi dengan sniper dan diperkirakan bepergian ke mana-mana bersama mereka.

Tim elite sniper memiliki satu pekerjaan yang sangat penting, yakni untuk menemukan penembak lain dan menghabisi mereka. Putin sebelumnya dilaporkan telah mencari perlindungan di bunkernya yang terisolasi. Bahkan, laporan media Ukraina juga menyebut Putin memiliki pencicip makanan untuk melindunginya dari keracunan.

Ada juga desas-desus bahwa mantan mata-mata KGB itu memesan sarung tangan khusus untuk melindungi kulitnya dari kemungkinan paparan zat pembunuh. Ketakutan Putin bisa jadi beralasan, karena setidaknya ada empat upaya sebelumnya dalam hidupnya.

Baca Juga :  RI Dituduh Palsukan Data Covid, Ini Kata Luhut

Diincar di Azerbaijan Selama kunjungan kenegaraan oleh Putin ke Azerbaijan pada Januari tahun 2002, seorang pria Irak ditangkap setelah terindikasi merencanakan untuk membunuh Presiden Rusia tersebut. Pria Irak itu memiliki hubungan dengan pasukan pemberontak Afghanistan dan Chechnya. Dia diatur untuk mengirimkan bahan peledak ke rekan konspirator. Pasukan keamanan mengetahui rencana tersebut dan menangkap pria Irak dan komplotannya. Mereka divonis 10 tahun penjara.(SINDONEWS.com)

Loading

Redaksi2
Author: Redaksi2