Tidak kalah menarik, SMA Negeri 7 Banda Aceh menghadirkan dua inovasi: alat penyiram tanaman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah, serta alas bedak alami dari bunga kenanga yang bebas bahan kimia.
“Kami ingin membuat produk kosmetik yang aman, alami, dan ramah lingkungan,” ujar Rayhan, salah satu siswa inovator dari SMA 7 Banda Aceh.
Sementara itu, SMK Negeri 2 Banda Aceh menampilkan berbagai produk otomotif dan spare part kendaraan bermotor hasil dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sekolah tersebut. Produk-produk tersebut tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memiliki nilai komersial yang tinggi.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong lahirnya inovasi dari lingkungan sekolah melalui dukungan sarana, pelatihan, dan sinergi dengan dunia industri.***












