“Tantangan penyediaan MBG secara nasional sangat kompleks. Dibutuhkan manajemen sumber daya yang efisien agar dapur MBG dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Agussabti.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Faisal, menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terukur dan transparan dari tahap perencanaan hingga monitoring. Ia juga menggarisbawahi peran kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaku industri dan UMKM, untuk memperkuat rantai pasok dan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“MBG bukan hanya jawaban atas persoalan ketahanan pangan, tetapi juga peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ucapnya.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, tambah Prof. Faisal, berkomitmen mengambil peran strategis melalui riset dan penyusunan roadmap tata kelola MBG yang berkelanjutan. Forum duek pakat ini diharapkan mampu merumuskan prinsip-prinsip tata kelola yang kuat dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif demi kesuksesan program MBG di Aceh dan Indonesia.***












