“Saya ingin sampaikan, koperasi Merah Putih akan berdiri di setiap desa. Dengan koperasi ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan seperti pupuk dan LPG. Koperasi juga akan menjadi pemasok utama program MBG. Pertumbuhan ekonomi Aceh ada di tingkat gampong, dan kami selalu menyebutkan: mari bangun gampong untuk menuju provinsi,” tegas Wagub.
Sementara itu, Ketua Umum FKPA, Hj. Kartini, menyampaikan apresiasinya kepada para perempuan Aceh dari berbagai daerah yang hadir. Menurutnya, FKPA bukan hanya organisasi, tetapi lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi yang membawa nilai Islam dan Pancasila sebagai landasan.
“Pemberdayaan perempuan tidak bisa berjalan sendiri. FKPA butuh kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan seluruh mitra strategis agar mampu mendukung program pembangunan daerah. Kami ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, serta mampu memberi kontribusi nyata. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan berdaya saing,” kata Kartini.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga kebersamaan. “Semangat ini harus kita rawat bersama, agar menjadi kekuatan dalam mengabdi untuk Aceh,” ujarnya.
Acara pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.***












