Setibanya di lokasi, Illiza secara langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan, juga bantuan yang dititipkan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Kota Banjarbaru kepada warga terdampak. Sebagai informasi, Walkot Illiza juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim APEKSI pusat.
Di sela kegiatan, Illiza juga meluangkan waktu berinteraksi dengan masyarakat serta anak-anak pengungsi, sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Rekapan tim Prokopim di lapangan, berdasarkan data di Desa Kuning, tercatat sebanyak 105 kepala keluarga terdampak banjir bandang, dengan 36 unit rumah hanyut dan 27 unit rumah mengalami rusak berat. Jumlah pengungsi mencapai 281 jiwa, termasuk 39 balita. Selain itu, terdapat 82 anak sekolah terdampak, terdiri dari 43 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 20 siswa SMA.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Karena itu, selain bantuan fisik, pendampingan mental dan pemulihan rasa aman juga menjadi perhatian utama kami,” ujarnya di sela kegiatan.
Wali Kota Illiza menegaskan bahwa kehadiran Pemko Banda Aceh dalam kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab moral untuk saling menguatkan antar daerah, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.
“Kami hadir untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat Gayo Lues tidak sendiri. Ini adalah musibah bersama, dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menguatkan serta membantu proses pemulihan,” ungkapnya.







