Selain itu, Illiza turut menyinggung pembentukan Banda Aceh Akademi yang didukung oleh International Labour Organization (ILO) sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi, guna menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan menjawab tantangan dunia kerja.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, melalui riset berbasis kebutuhan lokal, pelatihan, dan pendampingan yang memberikan keterampilan praktis bagi mahasiswa dan masyarakat,” katanya.
Dalam konteks kebencanaan Aceh, Illiza juga mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif melalui riset, pendataan, dan keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
Menutup sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi dan tahniah kepada seluruh penerima penghargaan. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga kebanggaan bagi kami, Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melahirkan karya terbaik dan memperkuat sinergi demi terwujudnya sumber daya manusia Aceh yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Diketahui, dari 68 perguruan tinggi swasta di Aceh, sebanyak 28 perguruan tinggi berada di Kota Banda Aceh, memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Aceh. (Riz)












