LM – World Resources Institute (WRI) Indonesia terus mengintensifkan pendampingan kepada masyarakat Aceh Besar dalam program perhutanan sosial. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memanfaatkan hasil hutan secara bijak, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pada Sabtu, 12 April 2025, dalam audiensi bersama Bupati Aceh Besar Muharram Idris di kediamannya di Gampong Ajuen, Kecamatan Peukan Bada, WRI menegaskan komitmennya dalam mendukung program tersebut.
Rahmat Hidayat, Sumatera Regional Senior Manager WRI, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendampingi kelompok perhutanan sosial di Aceh Besar sejak tahun 2021. WRI berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pelestarian hutan. “Kami telah melakukan pelatihan penyusunan rencana bisnis, pemasaran hasil hutan, serta teknik pengolahan kopi robusta. Di Lhoong misalnya, masyarakat kami latih mulai dari proses panen hingga pemasaran,” ujar Rahmat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola dan memasarkan hasil hutan non-kayu seperti madu, rotan, dan tanaman bernilai ekonomis lainnya. Potensi hutan Aceh Besar yang kaya akan sumber daya alam ini dinilai sangat mendukung upaya tersebut, dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
Rahmat menambahkan bahwa WRI siap memperluas kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Aceh Besar untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang cara-cara bijak dalam memanfaatkan hutan. “Kami menyambut baik dukungan dari Bupati Aceh Besar dan berharap kerja sama lintas sektor terus diperkuat, karena keterlibatan pemerintah daerah sangat penting. Dengan dukungan kebijakan yang kuat, program perhutanan sosial bisa menjadi motor ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.












