Kedua, Tempat pemberhentian dalam peristiwa Isra dan Miraj. Allah SWT memberangkatkan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa (Isra). Setelah itu dari Masjid Al Aqsa Rasulullah dinaikkan ke Sidratul Muntaha (Miraj). Sebagaimana firman Allah SWT:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Mahamendengar lagi Mahamengetahui (QS Al Isra ayat 1)
Ketiga, Baitullah kedua yang dibangun di bumi. Masjid Al Aqsa adalah masjid yang kedua dibangun di bumi setelah Masjidil Haram di Makkah.
Sejumlah ulama berpendapat bahwa Al Aqsa dibangun malaikat, namun jumhur ulama berpendapat bahwa Al Aqsa dibangun Nabi Adam.
Keempat, tempat yang paling banyak nabi dan rasul dimakamkan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa ada beberapa nabi yang dimakamkan sekitar di kawasan Baitul Maqdis di anataranya adalah Nabi Dawud yang meninggal pada tahun 963 sebelum Masehi dan dimakamkan di Bukit Zion, Yerusalem.
Makamnya disebut sebagai al-Nabi Dawud dan diklaim sebagai tempat suci bagi pemeluk Yahudi. Makam Nabi Sulaiman menjadi salah satu hal yang fenomenal di Kompleks Al Aqsa.
Menurut sejarah, makam tersebut merupakan tempat dia meninggal dunia sembari bersandar pada tongkatnya.












