LM – Kota Banda Aceh akan menjadi tuan rumah 2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium yang dijadwalkan berlangsung pada 11-14 November 2024. Dalam rangka memastikan acara ini berjalan lancar dan aman, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melakukan audiensi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk membahas rencana pengamanan.
Audiensi tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 Oktober 2024, dan diterima langsung oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Misbahul Munauwar, di ruang kerjanya. Kombes Joko Krisdiyanto, Kabid Humas Polda Aceh, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait permintaan pengamanan dalam kegiatan internasional yang mengusung tema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.”
Polda Aceh dan BMKG Koordinasi Amankan Symposium Tsunami!
Joko menekankan pentingnya kolaborasi antara Polda Aceh dan BMKG untuk memastikan setiap aspek keamanan terjaga. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi atas peristiwa tsunami Samudera Hindia yang melanda pada tahun 2004, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa depan.
Diharapkan, lanjutnya, dengan adanya sinergi antara Polda dan BMKG, keamanan selama symposium dapat terjamin, sehingga acara ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat kerjasama internasional dalam mitigasi bencana tsunami. Semua persiapan ini diharapkan dapat memberikan kesan yang baik bagi para peserta yang datang dari berbagai belahan dunia.***












