Scroll untuk baca artikel
Nasional

Anggota DPR Sentil Mendag: Harga Telur Ayam Tertinggi Sepanjang Sejarah

×

Anggota DPR Sentil Mendag: Harga Telur Ayam Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Telur Ayam. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

LM – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam mencecar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terkait tingginya harga telur ayam di pasaran yang mencapai Rp31.000 per kilogram. Menurutnya, harga yang saat ini berlaku di pasaran jauh lebih tinggi dari harga normal.

“Kami melihat ini telur naik begitu signifikan, bahkan termahal dalam sejarah, Rp31.000 (per kilogram),” kata dia dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN, Rabu (24/8).

Mendengar pernyataan itu, Mendag Zulkifli langsung menimpali. Secara tidak langsung, dia menyebut harga saat ini lebih rendah dari harga yang dia dapatkan saat baru menjabat sebagai Menteri Perdagangan sekitar 2 bulan lalu.

“Waktu saya jadi menteri Rp32.000 (per kilogram),” kata dia singkat.

“Oh Rp32.000, lebih tinggi lagi,” balas Mufti.

Mufti Anam berharap, harga telur ini bisa diperhatikan secara serius oleh Mendag Zulkifli. Dia juga menyinggung pernyataan Mendag yang meminta persoalan harga telur ayam ini tak dibesar-besarkan.

“Nah kami harap ini bisa jadi pelajaran berharga dari menteri sebelumnya, mohon maaf, dalam bahasa Jawa, meremehkan, terhadap situasi yang ada, sehingga (persoalan) berlarut (dampaknya) minyak goreng naik secara signifikan,” ujar dia.

“Harapan kami soal telur ini bisa segera dituntaskan,” tambahnya.

Dampak ke Masyarakat

Mufti juga mengungkap kemungkinan dampak kepada masyarakat, utamanya pedang mikro dan kecil. Menurutnya, pedagang akan sulit menyesuaikan harga karena tingginya harga minyak goreng dan harga telur ayam.

“Tapi di sisi lain, kalau semakin turun nanti yang menjerit adalah peternak kita, (peternak ayam) petelur kita,” ungkapnya.

Sementara itu Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina mewanti-wanti Mendag soal tantangan inflasi. Sektor pangan dengan kenaikan harga saat ini dinilai perlu segera direspons oleh berbagai tindakan dan kebijakan.

Baca Juga :  Status Tersangka Hasya Dicabut, Kuasa Hukum: Terima Kasih Bapak Kapolda Metro Fadil Imran

“Masalah inflasi ini lebih tinggi di bulan ini dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kenaikan harga terjadi di masyarakat, Pak Menteri harus rajin turun ke lapangan,” kata dia.(Merdeka.com)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca