Jakarta – Dalam wawancara bersama KompasTV, pada program Zona Inspirasi, yang disiarkan secara langsung pada Kamis (12/2/2026), Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut memaparkan transformasi tata kelola pemerintahan dan penguatan layanan publik berbasis digital.
Anggota Komisi X DPR RI periode 2019 – 2024 itu menegaskan bahwa berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diraih Banda Aceh bukanlah tujuan utama, melainkan dampak dari konsistensi kebijakan dan kerja kolektif.
“Penghargaan itu bukan yang kami kejar. Yang kami pastikan adalah masyarakat mendapatkan layanan terbaik. Kalau itu berjalan baik, apresiasi akan mengikuti,” ujar Illiza.
Ia juga menekankan bahwa transformasi pemerintahan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Pemerintahan harus responsif, transparan, dan berbasis sistem,” tambahnya.
Kemudian, Walkot Illiza juga menerangkan tentang penguatan sistem digital yang menjadi salah satu fokus utama dalam memastikan kebijakan berjalan efektif. “Kami membangun sistem monitoring agar setiap program bisa dipantau secara real time. Dengan data, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat,” katanya.
Illiza memaparkan sejumlah langkah konkret seperti penguatan Command Center, Executive Dashboard untuk monitoring kinerja, aplikasi Usaha Teman bagi UMKM, serta pengembangan layanan berbasis AI untuk mendukung pelayanan publik.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar simbol smart city, tetapi instrumen untuk memastikan akuntabilitas dan efisiensi birokrasi. “Digitalisasi itu bukan gaya-gayaan. Ini tentang bagaimana pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terukur,” tegasnya. (Riz)






