Scroll untuk baca artikel
DPRK

Tuanku Muhammad Desak PLN Audit Seluruh Jaringan Listrik Berbahaya di Banda Aceh

×

Tuanku Muhammad Desak PLN Audit Seluruh Jaringan Listrik Berbahaya di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id– Keselamatan masyarakat di ruang publik menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menyusul peristiwa meninggalnya seorang warga yang diduga tersengat aliran listrik di sekitar tiang baliho depan Terminal Lueng Bata beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta PT PLN (Persero) segera melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat. Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia menilai keselamatan warga harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pengelolaan infrastruktur kelistrikan, terutama pada jaringan yang berada di kawasan publik dan berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kejadian tersebut sekaligus memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan secepatnya,” ujar Tuanku Muhammad.

Menurutnya, apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya kabel listrik yang terbuka atau instalasi yang tidak memenuhi standar keselamatan, maka kondisi tersebut harus segera ditangani. Infrastruktur kelistrikan yang berada di ruang publik tidak boleh menyimpan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga.

Ia menegaskan, keberadaan kabel listrik di sekitar tiang baliho, papan reklame, maupun fasilitas umum lainnya harus mendapat perhatian khusus. Lokasi-lokasi tersebut setiap hari dilalui masyarakat sehingga aspek keamanan tidak boleh diabaikan.

“Kalau memang ada instalasi yang sudah tidak layak atau berpotensi membahayakan, harus segera diperbaiki. Jangan sampai ada kelalaian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Selain meminta penjelasan dari PLN, Tuanku Muhammad juga mendorong dilakukannya investigasi secara menyeluruh bersama instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Hasil pemeriksaan, menurutnya, perlu disampaikan secara transparan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Sahkan APBK Banda Aceh 2024

“Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya disampaikan secara terbuka. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan langkah apa yang dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Lebih jauh, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh itu mengusulkan agar PLN melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik di berbagai titik yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi. Audit tersebut dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal adanya instalasi yang sudah tua, rusak, maupun berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ia menyebut sejumlah kawasan yang perlu menjadi prioritas, di antaranya lokasi baliho dan reklame, pasar tradisional, sekolah, terminal, pusat perbelanjaan, taman kota, kawasan wisata, hingga berbagai fasilitas umum lainnya.

Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi musibah. Dengan pemeriksaan secara berkala, potensi gangguan pada jaringan listrik dapat diketahui lebih cepat sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalkan.

“Ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan menunggu jatuh korban berikutnya. Seluruh jaringan yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperbaiki dan diamankan,” ujarnya.

Sebagai pimpinan Komisi III DPRK Banda Aceh yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik, Tuanku Muhammad menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait. DPRK, katanya, ingin memastikan bahwa aspek keselamatan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik.

Ia menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara tentang ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, PLN, pengelola fasilitas umum, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Desak Dishub Tindak tegas kendaraan Parkir Sembarangan

Di sisi lain, Tuanku Muhammad juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati apabila melihat kabel listrik yang terkelupas, tiang listrik yang miring, sambungan yang menjuntai, maupun kondisi instalasi lain yang dinilai berpotensi membahayakan. Ia meminta agar temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak terkait sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah terjadinya kecelakaan akibat jaringan listrik.

“Kami berharap seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan standar keselamatan kelistrikan di Banda Aceh. Keselamatan masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Tuanku Muhammad kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

“Semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan. Ke depan, kami ingin ada langkah nyata dari semua pihak agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi di Kota Banda Aceh,” pungkasnya.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca