Ustazah Fauziah menekankan pentingnya taubatan nasuha sebagai taubat sungguh-sungguh dengan penyesalan, meninggalkan dosa, dan tekad tidak mengulanginya. “Taubat hendaknya menjadi kebiasaan, bukan hanya saat kesulitan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan tanggung jawab orang tua membina anak, memberikan pemahaman tentang lingkungan dan pergaulan sehat, serta meningkatkan kesadaran pencegahan HIV dengan menjauhi perilaku berisiko.
Umat Islam dianjurkan membiasakan menyebut nama Allah dalam setiap aktivitas melalui basmalah, doa, dan dzikir agar kegiatan bernilai ibadah dan berkah.
Kemudian, keluarga juga disebut sebagai benteng utama pembentukan karakter, sehingga orang tua wajib menjadi teladan dan membangun komunikasi baik dengan anak.
Adapun kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan doa kafaratul majelis, Ustazah Fauziah berharap ilmu yang disampaikan dapat diamalkan demi membentuk generasi berakhlak mulia sesuai syariat Islam. (TM)












