Linimedia.id-BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan hingga mengganggu badan jalan di kawasan Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep. Ismawardi menegaskan bahwa keberadaan lapak dan aktivitas perdagangan di badan jalan menyebabkan ruas jalan semakin sempit, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kawasan Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep adalah jalur yang cukup ramai, dan ketika aktivitas PKL meningkat dengan penggunaan badan jalan untuk berjualan dan parkir, pengguna jalan harus berbagi ruang yang terus menyempit,” ujar Ismawardi. Ia menekankan pentingnya penataan yang baik agar pedagang dapat mencari nafkah tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
Ismawardi juga meminta agar Satpol PP mengecek secara langsung kondisi di lapangan dan melakukan penertiban terhadap penggunaan badan jalan yang mengganggu arus kendaraan. “Penertiban tidak harus diambil melalui pendekatan represif. Imbauan dan solusi penataan untuk para pedagang bisa menjadi alternatif agar aktivitas ekonomi tetap berlangsung tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat pengguna jalan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismawardi mendorong agar ada pengaturan lokasi berjualan yang lebih baik dan mengingatkan agar PKL dan kendaraan yang parkir sembarangan tidak mempersempit ruang lalu lintas, terutama menjelang sore hingga malam, ketika jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat cenderung meningkat.
“Penataan yang rutin akan lebih efektif dibandingkan penertiban yang hanya diambil ketika ada kemacetan atau keluhan dari masyarakat. Lebih baik lakukan penataan dari awal, sehingga pedagang tetap bisa berjualan dan pengguna jalan merasa nyaman,” tegasnya.
Ismawardi juga menyatakan harapannya agar Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait dapat berkoordinasi dalam upaya penataan kawasan Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep untuk menciptakan kenyamanan bagi semua pihak.
[Red]












