Scroll untuk baca artikel
DPRK

DPR Kota Banda Aceh Usulkan Pembelajaran Daring Akibat Kabut Asap

×

DPR Kota Banda Aceh Usulkan Pembelajaran Daring Akibat Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id-BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajukan usulan kepada Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, untuk mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring atau sekolah online. Usulan ini muncul menyusul kabut asap yang mulai menyelimuti kota pada Kamis, 15 Oktober 2026, dan bertujuan melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, di tengah memburuknya kondisi udara.

Irwansyah menekankan pentingnya kesehatan warga sebagai prioritas utama pemerintah. Dia juga meminta agar Wali Kota mempertimbangkan pengaturan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat akibat kabut asap yang mempengaruhi kualitas udara.

Kondisi kabut asap yang menyelimuti Banda Aceh secara perlahan dikhawatirkan mengganggu aktivitas publik, terutama bagi anak-anak dan individu dengan gangguan pernapasan. Irwansyah berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah-langkah antisipatif sebelum dampak kabut asap semakin meluas.

Politisi muda dari PKS ini juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) untuk terus memantau perkembangan kabut asap. Informasi terkini yang akurat kepada masyarakat dinilai sangat penting agar warga dapat mengetahui kondisi udara dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.

Sebagai langkah perlindungan, Irwansyah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan asap. Ia juga meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan masker di masyarakat serta mencegah potensi kenaikan harga barang kebutuhan akibat situasi darurat ini.

Kondisi darurat seperti kabut asap berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk merugikan masyarakat, sehingga pengawasan harga perlu dilakukan. Irwansyah juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk menghadapi kemungkinan adanya pasien yang terdampak kabut asap, terutama mereka yang berisiko mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Percepat Identifikasi Lahan Huntap di 17 Kabupaten/Kota

Walaupun hingga saat ini belum ada laporan pasien yang terdampak kabut asap, fasilitas kesehatan harus siaga menghadapi kemungkinan kondisi yang bisa semakin buruk. Irwansyah mengingatkan, kabut asap yang mulai menyelimuti Aceh bukanlah persoalan lokal semata, melainkan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Warga kita imbau untuk menggunakan masker, rumah sakit harus siaga, DLHK3 terus memantau perkembangan kabut asap, dan wali kota dapat mempertimbangkan sekolah daring serta pengaturan jam kerja PNS,” demikian pernyataan Irwansyah.

[Red]