Scroll untuk baca artikel
Nasional

Alasan Raja Malaysia Setuju Anwar Ibrahim Menjadi Perdana Menteri

93
×

Alasan Raja Malaysia Setuju Anwar Ibrahim Menjadi Perdana Menteri

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim berdoa setelah mengambil sumpah dalam upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 24 November 2022. Raja Malaysia pada Kamis menunjuk Anwar sebagai perdana menteri negara itu, mengakhiri hari ketidakpastian setelah pemilihan umum yang memecah belah menghasilkan parlemen yang menggantung.

LM – Anwar Ibrahim pada Kamis (24/11/2022) mengakhiri 24 tahun penantiannya menjadi pemimpin Malaysia setelah resmi dilantik sebagai perdana menteri di Istana Nasional, Kuala Lumpur. Upacara pengambilan sumpah jabatan berlangsung Kamis sore dipimpin oleh Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah.

Anwar Ibrahim hadir mengenakan baju adat Melayu berwarna hitam dengan kain berwarna emas membalut bagian perut hingga lututnya. Acara pengambilan sumpah jabatan juga dihadiri pejabat tinggi Malaysia, antara lain Ketua Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Ketua DPR, serta para pemimpin koalisi Pakatan Harapan dan Barisan Nasional.

Table of Contents

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Istana mengatakan, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Al Sultan Abdullah menyetujui mengangkat Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia. Alasannya, Yang Dipertuan Agong telah menyempurnakan pandangan melalui pertemuan dengan raja-raja Melayu.

Selain itu, pengangkatan Anwar Ibrahim itu sesuai dengan kewenangan Yang Dipertuan Agong seperti diatur dalam Pasal 40 (2) (a) dan Pasal (43) (a) Konstitusi Federal. Pertemuan tersebut dilakukan menyusul hasil Pilihan Umum Raya (PRU) ke-15 pada 19 November 2022 belum dapat membentuk sebuah pemerintahan baru karena tidak adanya parpol atau gabungan parpol yang berhasil mendapatkan kursi mayoritas lebih dari 50 persen dari 222 kursi di parlemen.

Pakatan Harapan, koalisi yang diketuai Anwar Ibrahim, memperoleh kursi terbanyak di parlemen pada PRUke-15, yakni 76 kursi. Pakatan Harapan kemudian mendapat tambahan satu kursi dari Ikatan Demokratik Rakyat Malaysia yang dipimpin politikus muda Malaysia Syed Saddiq dan lima kursi dari Partai Tindakan Demokratik, namun masih belum dapat memenuhi syarat membangun pemerintahan baru.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca