LM – LHOKSUKON – Hujan deras, Sabtu (21/1/2023) menyebabkan banjir di beberapa titik dalam beberapa kecamatan di Aceh Utara pada Minggu (22/1/2023).
Di antaranya di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Desa Lubok Pirak, Kecamatan Matangkuli, dan Desa Tanjong Hagu, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.
Kondisi terparah pada Minggu (22/1/2023) pagi di Desa Lubok Pusaka dengan ketinggian air mencapai 2 meter lebih.
Banjir parah ini juga terjadi akibat meluapnya air sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, Aceh Utara.
Akibat banjir tersebut aktivitas warga dan santri dia Dayah Bustanul Muttaqin terhenti.
Balai pengajian, bilik santri, musalla, rumah pimpinan dayah dan bangunan lain dalam kompleks itu terendam mencapai 3 meter lebih.
Dari video yang dikirim Pimpinan Dayah Bustanul Muttaqin, Tgk Muslem yang diambil di atas perahu, ketinggian sudah mendekati atap bangunan, seperti musalla.
Bahkan untuk bilik santri ketinggian air sudah merendam sebagian atap.
“Banjir lagi, saya kirim videonya,” ujar Pimpinan Dayah Bustanul Muttaqin kepada Serambinews.com, Minggu (22/1/2022).
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Muslem Araly kepada Serambinews.com menyebutkan, untuk data sementara sudah puluhan desa dari beberapa kecamatan yang terendam banjir.
Di antaranya di Kecamatan Pirak Timu, 14 desa terendam, di Kecamatan Tanah Luas ada desa yang terendam banjir, kemudian di Kecamatan Samudera satu desa.
“Akibat meluapnya air sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak mengakibatkan musibah banjir,” ujar Kabag Humas Pemkab Aceh Utara.












