Scroll untuk baca artikel
News

Satgas Antimafia Bola Polri Ungkap Skandal Match Fixing di Liga 2 2018

17
×

Satgas Antimafia Bola Polri Ungkap Skandal Match Fixing di Liga 2 2018

Sebarkan artikel ini

LM – Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri kembali mengungkap kasus suap pengaturan skor, atau yang lebih dikenal dengan match fixing, dalam pertandingan Liga 2 musim 2018. Dua tersangka kunci dalam kasus ini telah ditetapkan, dengan inisial VW dan DR. Kamis, 12 Oktober 2023.

Baca Juga :  Penyidik Polda Aceh kembali Serahkan Empat Berkas Tersangka Kasus Korupsi Wastafel ke Jaksa

Menurut Ketua Satgas Antimafia Bola, Irjen Asep Edi Suheri, tersangka VW merupakan mantan pemilik salah satu klub sepak bola dalam Liga 2. VW secara aktif terlibat dalam pelobi wasit, berusaha memengaruhi hasil pertandingan dengan janji-janji suap kepada perangkat wasit.

Table of Contents

Di sisi lain, tersangka DR adalah pengurus tim yang bertanggung jawab atas penyaluran dana suap. Ia memberikan uang kepada VW untuk memastikan timnya menang dalam pertandingan. Motif di balik tindakan tersangka DR adalah untuk memenangkan klub Y dan memastikan promosi ke Liga 1.

Irjen Asep menjelaskan bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk keterangan dari 16 saksi, keterangan dari 6 ahli, serta bukti berupa rekening koran pengiriman uang dan petunjuk lainnya. Semua bukti ini membantu mengungkap kasus ini secara lebih mendalam.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, bersamaan dengan Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Mereka berpotensi mendekam di penjara selama-lamanya 5 tahun dan dikenai denda maksimal sebesar Rp15 juta.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri telah mengungkap kasus serupa dengan menetapkan enam tersangka, termasuk kurir pengantar uang dan wasit. Modus operandi para tersangka adalah dengan melobi wasit untuk memudahkan kemenangan tim yang membayar. Kasus ini menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam olahraga sepak bola.

Baca Juga :  Safrizal Gam-gam Ingatkan YARA Agar Tidak Adu Domba Legislatif dan Eksekutif

Dengan pengungkapan kasus-kasus seperti ini, Satgas Antimafia Bola Polri berkomitmen untuk menjaga kehormatan dan kejujuran dalam dunia sepak bola Indonesia serta memastikan bahwa segala bentuk manipulasi hasil pertandingan dapat diidentifikasi dan diberantas.[SA]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca