Scroll untuk baca artikel
Nasional

Akhir Hidup Kopda Muslimin dan Gagalnya Skenario Bunuh Istri

92
×

Akhir Hidup Kopda Muslimin dan Gagalnya Skenario Bunuh Istri

Sebarkan artikel ini
Jenazah Kopda Muslimin. ©2022 Antara

Tak Boleh Kena Anak

kena anak

Pada hari penembakan, S alias Babi (34), eksekutor penembakan mengungkapkan Kopda Muslimin memberikan arahan sejak perencanaan sampai eksekusi.

Kopda Muslimin juga memberi kabar melalui telepon bahwa istrinya sudah keluar rumah untuk menjemput anaknya sekolah. Eksekusi penembakan rencananya saat Rina keluar rumah.

Tapi, S mengaku sempat kehilangan jejak korban hingga akhirnya penembakan dilakukan saat pulang ke rumah. Padahal skenario awal, Rina akan ditembak sebelum berangkat jemput ke sekolah. Sehingga belum bersama sang anak Kopda Muslimin.

S menambahkan, Kopda Muslimin berpesan agar menembak di bagian kepala Rina dan dilarang kena anaknya. Panduan Kopda Muslimin lantas sama disampaikan jelang tembakan kedua karena tembakan pertama belum berhasil.

“Sempat dimarahi (oleh Kopda M), disuruh tembak lagi. Kemudian balik lagi untuk tembak yang kedua kali,” ungkap S.

Gagalnya Skenario Bunuh Istri

bunuh istri

Rina Wulandari berhasil lolos dari maut dalam upaya pembunuhan yang didalangi oleh suaminya sendiri, Kopda Muslimin. Saat itu dia baru saja pulang menjemput anaknya.

Sesampainya di depan rumah, dia menerima dua kali tembakan yang dilepaskan oleh S alias Babi (34). Salah satu peluru mengenai perut korban, sedangkan yang kedua tertinggal di lokasi kejadian.

Rina sempat melakukan perlawanan, hingga akhirnya S melarikan diri.

Setelah korban ditembak, seorang saksi mata berinisial ZA yang merupakan pegawai di rumah menolong korban dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Kini Rina masih dirawat di ruang ICU RS Dr Kariadi Semarang, setelah menjalani operasi kedua. Dia sudah dalam kondisi sadar, namun masih lemah.(Merdeka.com)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca