Scroll untuk baca artikel
Nasional

Analis Ingatkan Koalisi Perubahan, Anies akan Semakin Terus Mendapatkan Gangguan

53
×

Analis Ingatkan Koalisi Perubahan, Anies akan Semakin Terus Mendapatkan Gangguan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman telah berkonsultasi dengan Ketua Majelis Syura PKS dan secara resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada 2024, di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (30/1).

“Langkah Koalisi Perubahan ini tentu membuat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Gerindra-PKB panik,” kata Najmuddin, Selasa (31/1/2023).

Di awal-awal deklarasi pencapresan Anies oleh Partai Nasdem, banyak yang mencoba menggoyahkan PKS dan Demokrat untuk membentuk Koalisi Perubahan. Kini dengan deklarasi Demokrat dan PKS menyusul Nasdem akan sulit bagi pihak lain mengganjal Anies.

Table of Contents

Najmuddin menambahkan saat ini Koalisi Perubahan tinggal duduk bersama untuk menyimpulkan nama yang akan diusung menjadi cawapres pendukung Anies.

Ia melihat tidak tertutup juga kemungkinan bagi tokoh atau parpol lain bergabung dengan Koalisi Perubahan. Karena kandidat pesaing yakni KIB dan Koalisi Indonesia Raya (Gerindra-PKB) belum juga memantapkan nama capres yang akan diusung. Begitu juga dengan PDIP yang saat ini belum mengerucutkan nama capres dan juga rekan koalisi.

Sebelumnya, analis politik yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan, Koalisi Perubahan bisa hanya sebatas wacana jika para elite dari Nasdem, PKS, dan Demokrat tidak segera meneken perjanjian resmi koalisi. Apalagi, masing-masing elite parpol tersebut saat ini diketahui melancarkan silaturahmi ke parpol di luar Koalisi Perubahan.

Arifki menyoroti pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/1/2023) pekan lalu. Ia menduga, masih ada ada keraguan sekaligus peluang lain dari Partai Nasdem dalam melanjutkan Koalisi Perubahan, yang disebabkan rencana Jokowi merombak kabinetnya dalam waktu dekat.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca