Scroll untuk baca artikel
Nasional

Antara/Jafkhairi Garis Polisi (ilustrasi) Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan jenazah mahasisiwi yang ditemukan tanpa pakaian lengkap di salah satu unit apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, dalam kondisi sulit dikenali.

87
×

Antara/Jafkhairi Garis Polisi (ilustrasi) Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan jenazah mahasisiwi yang ditemukan tanpa pakaian lengkap di salah satu unit apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, dalam kondisi sulit dikenali.

Sebarkan artikel ini
dok.Ihaqi Ustadz Erick Yusuf

LM – JAKARTA, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI akan mengadakan kegiatan yang dinamakan Multaqo Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia. Multaqo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rakornas LSBPI MUI yang mengusung tema “ Meneguhkan Orientasi Seni dan Budaya Islam Dalam Membangun Peradaban Bangsa”.

Menurut Ketua Panitia Rakornas LSBPI MUI, Ustadz Erick Yusuf, Multaqo adalah sebuah pertemuan atau perjumpaan. “Kita akan membuat Multaqo Seniman dan Budayawan Muslim  Indonesia. Dalam Multaqo ini,  konsepnya kita akan mengundang berbagai perwakilan dari para alim ulama, juga para praktisi seni budaya. Tentunya mereka yanf  mempunyai komitmen kepada keumatan,” kata Ustadz Erick Yusuf dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (11/6).

Table of Contents

Ia menambahkan, para seniman dan budayawan yang diundang itu berasal dari berbagai kategori, seperti musik, sastra, film dan lukis, serta peradaban Islam. “Contohnya, kategori musik. Ada musik religi, termasuk di dalamnya nasyid dan hadrah marawis. Ada pula pop religi,” tuturnya.

Ia menyebutkan, sejumlah nama yang akan  diundang dalam acara Multaqo LSBPI MUI antara lain Taufik Ismail, Sutarji Calzoum Bachri, Dwiki Darmawan, Helvy Tiasa Rosa, Okky Setiana Dewi dan  Melly Goeslaw.

Selain mengundang para ahli, seniman dan budayawan Muslim, acara Multaqo LSBPI MUI juga akan mengundang beberapa komisi yang ada di MUI. “Kita akan mengundang Komisi Fatwa, Komisi Dakwah, dan Infokom. Kehadiran mereka kita harapkan  untuk melengkapi  dan menyempurnakan Multaqo Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia,” kata Ustadz Erick.

“Semoga Multaqo ini menjadi wadah tempat para ahli, para ahli, para seniman praktisi, juga para seniman ulamanya  berkumpul unntuk saling bisa saling memberikan masukan yang positif terhadap perkembangan dakwah khususnya dalam seni budaya dan peradaban Islam,” tutur Ustadz Erick.(Republika.co.id)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca