Scroll untuk baca artikel
Nasional

Bangun Optimisme, Jokowi tak Mau Lagi Sampaikan Hal Pesimistis

61
×

Bangun Optimisme, Jokowi tak Mau Lagi Sampaikan Hal Pesimistis

Sebarkan artikel ini

“Mengapa kita tidak optimis dengan angka-angka level ekspansif seperti itu? Harus optimistis. Kita baca angka-angka,” tambahnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga memaparkan bahwa neraca dagang Indonesia sudah surplus selama 30 bulan berturut-turut. Artinya, kata dia, ekspor Indonesia sudah lebih besar dibandingkan angka impor.

Table of Contents

Selain kondisi ekonomi yang lebih baik, Indonesia juga memiliki potensi dan kekuatan besar yang tidak dimiliki negara lain. Potensi-potensi ini bisa digunakan untuk melakukan lompatan-lompatan maju. Ia mengatakan, dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memiliki pasar yang sangat besar.

“Ini kekuatan, kekuatan kita ini sering tidak kita lihat, sering kita lupakan sehingga pasar kita dimasuki pasar, dimasuki oleh negara lain. Ndak. Pasar kita harus kita lindungi agar bisa kita pakai untuk melompat maju,” kata dia.

Selain itu, posisi geografis Indonesia berada di jalur perdagangan dunia. Kondisi geografis ini dinilai sangat menguntungkan bagi produk-produk Indonesia. Jokowi juga mengatakan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki pun sangat besar, begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) di mana akan mengalami bonus demografi pada 2030 nanti. Sehingga kekuatan tenaga kerja produktif Indonesia diperkirakan akan mencapai 201 juta.

“Sangat besar sekali dan kelas menengah yang sangat besar sekali. Inilah harus kita manfaatkan. Jangan dibiarkan kekuatan besar kita, potensi besar dan sekarang ditambah satu lagi yang ini sulit diperoleh. Trust dari internasional,” ujarnya.(Republika.co.id)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca