Kendati demikian, frasa ”tragedi pada Oktober 2022” itu menjadi satu bagian dari deretan kata sebelumnya. Dalam kalimat bertingkat tersebut, frasa ”tragedi pada Oktober 2022” itu menjadi penjelasan soal komitmen FIFA untuk membantu proses transformasi sepak bola di Indonesia. Komitmen itu kemudian diperkuat dengan kalimat terakhir di aline kedua.
Anggota dari tim bentukan FIFA akan tetap berada di Indonesia untuk membantu PSSI, di bawah kendali Erick Thohir, untuk melakukan pembenahan di sepak bola nasional, terutama pasca-Tragedi Kanjuruhan. Infantino dan Erick Thohir pun direncanakan akan kembali melakukan pertemuan lanjutan.
Terlepas dari perbedaan penafsiran soal tersebut, Indonesia sudah dipastikan tidak akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pembatalan itu pun datang dengan berbagai konsekuensinya, termasuk soal sanksi yang disiapkan FIFA buat Indonesia.(Republika.co.id)












