Implementasi SIPP
Meski diberikan bantuan dana lebih besar, Niken berujar tentu ada mekanisme yang harus diikuti, salah satunya dengan mengimplementasikan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). SIPP akan menjadi seperangkat kebijakan yang dibangun oleh Parpol dan disepakati secara kolektif sebagai standar integritas yang harus dipatuhi oleh seluruh kadernya.
Terdapat 5 komponen utama bagi parpol dalam implementasi SIPP. Yakni, kode etik, yang mencakup adanya lembaga penegak etik dan whistle blower system, keuangan parpol dengan kejelasan sumber keuangan dan alokasi anggaran, rekrutmen yang baik dengan regulasi dan sistem yang apik, demokrasi internal parpol yaitu demokratisasi dalam penentuan pengurus dan pengambilan keputusan, dan kaderisasi dengan regulasi yang diiringi monitoring dan evaluasi.
Implementasi SIPP sangat menguntungkan untuk parpol. SIPP menjadi solusi bagi problematika partai politik, yaitu ketiadaan standar etik partai, rekrutmen politik tertutup dan sarat nepotisme, serta masalah pada pendanaan parpol. Hal ini akan menjadi salah satu indikator parpol bersih dari korupsi.
“Dashborad SIPP ini terbuka dan semua orang bisa mengakses. Jadi sebelum memilih mereka bisa dicek semua. Semua pola-pola mulai dari kaderisasi, sumber keuangan, pendidikan antikorupsi di tubuh parpol bisa dicek. Sehingga uang ini bisa dipertanggungjawabkan untuk pendidikan antikorupsi yang sebaik-baiknya,” ujar Niken.
Di sisi lain, Kasatgas 3 Direktorat Pendidikan Peran Serta Masyarakat KPK David Sepriwasa menjelaskan skema yang dibuat diharapkan bisa membuat ekosistem di tubuh parpol lebih sehat. Apalagi saat ini sudah banyak anak-anak muda yang tertarik pada politik.
“Apalagi anak-anak muda memiliki kesempatan yang sangat terbuka menjadi seorang pemimpin,” kata David.










