Menurut Fitri, sangat tidak mungkin jika PDIP mengusung Ganjar sebagai capres dan menjadikan Prabowo sebagai cawapresnya. Karena sejak awal Gerindra sudah menegaskan mengusung Prabowo sebagai Capres.
“Jika Ganjar dipilih maju sebagai capres PDIP, maka dilemanya terdapat di cawapresnya, karena mustahil Prabowo yang menjadi cawapres. Mustahil juga dari PKS, Demokrat dan Nasdem, karena mereka sebagai partai oposisi sedangkan PDIP partai posisi,” jelasnya.
Karena itu, pilihan tersisa bagi PDIP adalah mencari wakil dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan menjadikan Airlangga Hartarto sebagai cawapres. Selain Airlangga, ada Muhaimin Iskandar alias cak Imin dari PKB yang bisa sebagai cawapresnya.(Republika.co.id)












