Di Kota Jandaris, Suriah, Ibrahim Khalil Menkaween berjalan di jalanan yang dipenuhi puing-puing sambil memegangi kantong jenazah berwarna putih. Menkaween mengatakan, dia telah kehilangan tujuh anggota keluarganya, termasuk istri dan dua saudara laki-lakinya.
“Saya memegang tas ini ketika mereka mengeluarkan saudara laki-laki saya, dan anak laki-laki saudara laki-laki saya, dan kedua istri mereka, sehingga kami dapat mengemasnya dalam tas. Situasinya sangat buruk. Dan tidak ada bantuan,” ujar Menkaween.
Pejabat Turki mengatakan sekitar 13,5 juta orang terkena dampak akibat gempa yang melanda daerah yang membentang sejauh 450 kilometer dari Adana di barat hingga Diyarbakir di timur. Tim penyelamat mencari korban yang selamat di lokasi bangunan yang runtuh dalam kegelapan di Kota Adiyaman dengan suhu di bawah titik beku.
Tim sering menyerukan keheningan, meminta semua kendaraan dan generator dimatikan saat mereka mendengarkan suara rintihan korban yang tertimbun puing bangunan. Sejauh ini, masih ada beberapa tanda harapan.
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan oleh tim penyelamat Rumania dan Polandia di Hatay. Anak laki-laki itu berhasil diselamatkan setelah terjebak di bawah reruntuhan selama 79 jam. Video yang dirilis oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) pada Kamis (9/2/2023) menunjukkan, anak laki-laki itu, mengenakan sweter bergaris biru, putih dan hitam.
Anak itu menangis saat diangkat dengan lembut dari lubang tempat dia terjebak. Anak tersebut kemudian dibawa pergi dengan selimut. Video lain dari IHH memperlihatkan seorang penyelamat yang telah berlumuran debu menangis tersedu-sedu setelah berhasil membebaskan seorang gadis kecil dari puing-puing bangunan yang runtuh di Kahramanmaras.












