Banyak orang di Turki mengeluhkan kurangnya peralatan, keahlian, dan dukungan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan. Terkadang mereka mendengar teriakan minta tolong, tapi tidak bisa bergerak cepat karena keterbatasan peralatan.
Pada Kamis, Yunani mengirim ribuan tenda, tempat tidur dan selimut untuk membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa. Sementara intelijen satelit Israel membantu memetakan zona bencana di Turki dengan kemampuan pemetaan yang sebagian besar digunakan untuk operasi khusus.
Di Suriah, upaya bantuan diperumit oleh konflik yang telah memecah belah negara dan menghancurkan infrastrukturnya. Konvoi bantuan PBB memasuki Suriah di persimpangan Bab Al Hawa. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendorong lebih banyak akses kemanusiaan ke Suriah barat laut. Dia mengatakan, akan sangat membantu jika PBB dapat menggunakan lebih dari satu penyeberangan perbatasan untuk memberikan bantuan.
Pemerintah Suriah menilai pengiriman bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak dari Turki sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorialnya. Pertahanan sipil Suriah mengatakan sedikitnya 2.030 orang tewas di Suriah barat laut yang dikuasai oposisi, dan pemerintah telah melaporkan 1.347 kematian.
Duta Besar Suriah untuk PBB pada Rabu (8/2/2023) mengakui bahwa pemerintah tidak memiliki kemampuan dan peralatan akibat perang dan sanksi Barat. Sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad telah memimpin pertemuan darurat tentang gempa tersebut tetapi belum menyampaikan pidato atau konferensi pers.(Republika.co.id)












