“Awalnya ada luka kecil di bagian kaki. Lalu kondisinya terus menurun hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dirawat. Tapi, tadi beliau dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.45 WIB,” ujarnya, demikian dikutip dari Liputan6.com.
Sebelum tutup usia, Benny diketahui sempat berkumpul dengan orang-orang terdekat. Namun takdir berkehendak lain, eks pelatih Persita Tangerang dan Arema FC itu meninggalkan seorang istri dan dua anak beserta dua orang cucu.
“Sudah sempat berkumpul dengan keluarga. Tapi Minggu lalu, kondisinya menurun dan tidak sadarkan diri selama tiga hari terakhir,” Jerry menambahkan.
Sepak Terjang di Dunia Sepak Bola
Semasa hidup, mendiang dikenal sebagai sosok pelatih yang penuh prestasi di level klub tanah air maupun timnas. Kepiawaiannya mengerahkan para talenta muda sepak bola itu berawal pada tahun 1983.
Pertama kali, Benny diketahui melatih klub Jakarta, UMS. Usai menangani Pelita Jaya Jabar selama kurang lebih tujuh tahun, sepak terjangnya pun terus meroket.
Di bawah asuhannya, Benny sukses mengantarkan Pelita Jaya dengan tiga gelar juara Galatama. Tak berhenti di sana, Benny juga turut mengasuh Persita Tangerang, Persitara Jakarta Utara, Persma Manado, hingga berakhir di Timnas Indonesia pada tahun 2000 silam.
Selepas bersama Timnas, Bendol diketahui kembali ke klub Persita serta Arema Malang. Selanjutnya, sosoknya didapuk menjadi pelatih Timnas kembali pada tahun 2008 silam.
Pada rentang perjalanan karirnya, ada begitu banyak hasil luar biasa yang ditorehkan. Di antaranya Skuad Garuda yang sukses menyabet Piala Kemerdekaan 2008, Persita menjadi runner up Liga Indonesia 2002, serta masih banyak lagi.












