Menurut Umam, tampak ada pihak yang mencoba bermain politik untuk mendapatkan keuntungan dalam rencana penyelenggaraan Piala Dunia U20 ini. Sayangnya, keputusan FIFA tak sesuai harapan dan agenda politik pihak tersebut.
Pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa olahraga tak bisa dikaitkan dengan politik pun dianggap tak relevan.
“Jelas ada yang hendak bermain politik. Bahkan, agenda-agenda penyelenggaran event besar olahraga internasional ini sendiri merupakan hal wajar sebagai bagian dari kerja politik,” katanya.
Ke depan, lanjut Umam, Ganjar harus berpikir keras untuk meredam kegaduhan yang kini menyeret namanya jika tidak ingin elektabilitasnya terus tergerus.
“Semoga kenaifan dan keteledoran dari gagalnya penyelenggaraan Piala Dunia U20 ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi dunia olahraga dan perpolitikan ke depan,” tutur dosen Universitas Paramadina itu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengomentari adanya prediksi elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kemungkinan tergerus buntut Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2023.
Muzani mengatakan, rakyat pasti memilih pemimpin berdasarkan kemampuan untuk menjadikan masa depan jadi lebih baik.
“Saya kira yang memengaruhi rakyat untuk memilih kepada seorang pemimpin tentu saja keyakinannya bahwa masa depan mereka akan lebih baik,” ujar Muzani saat ditemui di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Rabu (5/4/2023).
Menurut Muzani, rakyat akan mencari sosok yang bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.












