Selanjutnya Erick harus bisa meminimalkan permasalahan yang terjadi. Contohnya meminimalkan kesalahan komunikasinya yang memampangkan wajahnya di ATM. Kesalahan kecil dalam komunikasi ini dinilai Leo dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya di pilpres 2024 mendatang.
Jika Erick bisa memilih dan memilah strategi komunikasi yang tepat dalam berkomunikasi dengan publik, Leo percaya lawan politiknya akan sulit menggergajinya. Agar elektabilitas Erick dapat terus tumbuh, menurut Leo perlu dibangun tim yang solid. Sehingga dapat memetakan serta menggelola potensial suara dari kaum milenial dan generasi Z. Saat ini potensi pemilih pemula di pemilu 2024 sangat besar. Jumlahnya minimal 30 persen dari total pemilih.
Selain itu Erick juga harus terus menjalin komunikasi yang baik dan menjaga jaringan yang ada. Saat ini Erick sangat bagus menjalin komunikasi dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Leo berharap Erick dapat menjalin komunikasi dengan keluarga besar TNI dan Kapolri. Sebab banyak organisasi dari keluarga besar TNI Polri yang bisa menjadi cluster pendulang suara di pilpres 2024.
Leo berharap Erick juga dapat terus intensif menjalin komunikasi dengan masyarakat di luar Jawa. Langkah berdialog seperti yang dilakukannya di Tanah Batak beberapa waktu yang lalu patut dilakukan secara intensif di daerah lain.
“Memang suara terbesar ada di Jawa. Namun suara di luar Jawa jangan diremehkan. Suara pemilih luar Jawa dapat mengokohkan kemenangan di pilpres 2024,” imbuh Leo.(Republika.co.id)












